Harusnya kali ini waktu senja perpisahan
kita di tempat biasa. Sayang ia tak datang, beralih dengan deras hujan.
Katamu, hujan ini begitu jahat, menghapus senja yang harus kita nikmati
berdua. Aku diam, bersandar padamu. Memandang haru.
“Kita masih ada waktu, sebelum jarak mengelabui.”
“Tak banyak. Aku menyesalinya.”
“Kita layak mendapatkan kehidupan di luar sana. Ingat? Aku, kamu dan sebuah hubungan yang begitu kita nikmati berdua.”
“Seandainya, semua tak berjalan dengan sangat indah. Siapa yang harus aku salahkan?”
“Tak ada.”
“Takdir?”
“Tidak.”
“Aku?”
“Bukan. Bagaimana kalo kita salahkan obrolan yang sedang terjadi sekarang.”
“Aku akan merindu waktu senja bersamamu. Tidak dengan hujan yang menghapus semua seperti ini.”
“Tak apa. Aku juga membencinya. Tapi tak selalu menyalahkannya. Malah ingin mengenangnya, sebagai kamu.”
“Lucu?”
“Sudahlah. Nikmati sekarang, hujan yang akan kamu ingat sebagai pelukan perpisahan.”
“Ya.. Kamu tak mencintaiku. Aku tahu.”
“Kamu terlalu.. Hmm.. Sedikit sok tahu. Sekarang, mulailah mencintai hujan, selain senja yang selalu kita nikmati berdua”
Aku tak mau tahu, batinku. Aku akan pergi dan kamu berpura-pura semua
akan baik-baik saja? Gila. Bagaimana jika kita tak akan ada lagi? Hanya
ada aku dan dia, atau kamu dan wanita itu. Entahlah. Aku memang harus
pergi untuk sekarang.
Kamu tahu, sedikit banyak kamu sudah menjadi senyum, tangis dan
harapan. Aku terlalu teliti, membaca pesanmu di kemasan susu kotakku.
Mungkin, benar katamu.
“Aku mencintaimu terlalu dalam. Kadang kita harus menyerah sekarang, sebelum nanti harapan begitu hebat.” - Kamu.
Sayangku, aku mencintaimu, juga senja dan kelak hujan yang akan
memunculkan sebuah harapan. Hujan tak pernah jahat, dia akan terlihat
begitu mempesona setelahnya. Terima Kasih.
Senin, 15 April 2013
Kepada, kehidupan.
Kepada, kehidupan.
Iya aku akan langsung mengakuinya sekarang bahwa aku takut kepadamu. Ketika umurku semakin bertambah, semakin aku takut menghadapimu. Ketika aku sedang memikirkan entah itu besok, lusa, minggu depan, bulan depan bahkan beberapa puluh tahun yang akan datang, aku tetap takut denganmu. Aku takut mimpi-mimpiku tidak tercapai. Aku akan semakin mengecewakan orang-orang yang berada di dekatku.
Aku takut aku tidak akan bahagia saat menghadapimu di masa yang akan datang. Aku takut, iya aku takut kepadamu, kehidupan. Sekarang sebut saja aku pengecut. Dan kehidupan, boleh tolong bagi tahu rahasianya agar aku tidak takut lagi dalam menghadapimu?
Yang sedang ketakutan tetapi harus tetap menghadapimu,
Lindi, Mahasiswi, 18tahun.
Iya aku akan langsung mengakuinya sekarang bahwa aku takut kepadamu. Ketika umurku semakin bertambah, semakin aku takut menghadapimu. Ketika aku sedang memikirkan entah itu besok, lusa, minggu depan, bulan depan bahkan beberapa puluh tahun yang akan datang, aku tetap takut denganmu. Aku takut mimpi-mimpiku tidak tercapai. Aku akan semakin mengecewakan orang-orang yang berada di dekatku.
Aku takut aku tidak akan bahagia saat menghadapimu di masa yang akan datang. Aku takut, iya aku takut kepadamu, kehidupan. Sekarang sebut saja aku pengecut. Dan kehidupan, boleh tolong bagi tahu rahasianya agar aku tidak takut lagi dalam menghadapimu?
Yang sedang ketakutan tetapi harus tetap menghadapimu,
Lindi, Mahasiswi, 18tahun.
10Hari Setelah Kamu Pergi
”Anjing emang gitu. Sebelum gigit, cium-cium dulu.” - zarry hendrik***
Hari pertama.
Aku bangun tidur kesiangan. Sinar matahari muncul masuk lewat jendela kamar. Tidak terlalu terang, pagi ini udarapun dingin. Dan aku masih tidak bergeming di atas kasur. Tisu-tisu berceceran. Iya. Aku menangis semalaman.
Malam tadi, masih teringat dengan jelas saat-saat Nanda memastikan bahwa kami tidak akan lagi bersama. Alasannya? Tidak masuk akal. Beberapa orang meragukannya, tidak denganku, aku masih saja percaya semua kata demi kata yang keluar dari mulut Nanda.
Hari ini aku libur. Aku akan tidur lebih lama.
***
Hari kedua.
“Kamu percaya dengan seluruh alasannya, Lindi? Hei. Berhentilah menjadi manusia bodoh. Alasan dia sama sekali tidak masuk akal. Dia brengsek! Hentikan tangisanmu. Sia-sia.” Kali ini sahabatku yang keliatan kesal. Aku tau, ini caranya untuk membuatku bangkit dan melupakan Nanda.
“Apa itu artinya Nanda berbohong?”
“Sangat!”
***
Hari ketiga.
“Sudah beberapa hari ini, aku melihatmu tidak lagi bahagia seperti biasa. Apa karena Nanda?” Kak Sandy, memandangku, sejurus kemudian aku sudah dipeluknya. Aku mengangguk.
“Lindi.. Kamu itu cantik. Lelaki manapun, ingin dekat denganmu. Lupakan Nnda. Dari awal aku tau, Nanda itu tidak baik untukmu. Dengan hanya melihatnya sekali saja aku tidak menyukainya. Aku bahkan telah memperingatkan kamu dari awal.”
Sore ini hujan kembali mengingatkan seluruh rasa sakitnya ditinggalkan. Aku masih mengharapkan adanya Nanda sekarang.
***
Hari keempat.
Pagi ini aku masuk. Senyum belum juga merekah dari bibirku. Teman-temanpun menyadari sikapku yang mungkin saja terlihat memprihatinkan.
“Sedih? Kami mengkhawatirkanmu Lindi.. Bertahanlah. Bukan bertahan di atas luka. Tapi ikut meleburlah dengan suka cita. Siapapun yang membuatmu terluka, dia tidak pantas kamu harapkan.” Kak Sandy menguatkan lagi. Mereka bisa saja tidak mengetahui apa yang terjadi antara aku dan Nanda. Sayangnya, aku tak pandai menyimpan duka. Raut muka kesedihan selalu jujur kapan saja.
“Iya. Hanya saja aku terlalu kecewa.” Jelasku, dengan senyum yang dipaksakan.
***
Hari kelima.
“Ini baru Lindi. Jangan pernah sedih lagi. Kami semua menyayangimu.”
Hari ini, entah darimana ku dapatkan kekuatan. Aku mulai mampu tersenyum. Iya, paling tidak aku berpura-pura di depan mereka.
***
Hari keenam.
Tangisan ini terlalu pagi untuk hadir lagi. Malam tadi, aku memimpikan Nanda. Semesta tahu, aku sedang merindunya sekarang. Aku ingin sekali dipeluknya.
***
Hari ketujuh.
“Dia itu tidak baik untukmu, Lindi. Mamah tidak suka dengannya. Anak mamah harus kuat. Tunjukkan kepadanya, bahwa dia akan menyesal menyia-nyiakanmu. Dia bukan jodohmu, nak. Jangan biarkan hatimu tersiksa lebih lama.” Aku memeluk mamahku dengan berurai air mata. Di dekapnya, aku merasakan kenyamanan. Mamah benar, hatiku berhak lepas dari kesedihan.
***
Hari kedelapan.
Hati: “Aku tidak yakin Nanda berbohong. Bisa saja orang tuanya terlampau posesif hingga takut anaknya cepat jatuh di pelukan perempuan yang menyayanginya.”
Logika: “Hati, jangan bekeras, gunakan akal sehat. Umur Nanda 17 tahun. Dia bukan anak kecil lagi. Untuk apa orang tuanya ketakutan? Itu hanya alasan dia saja.”
Hati: “Apa salahku? Aku tulus mencintainya. Aku selalu sabar menunggunya. Aku merindu di tiap hari-harinya.”
Logika: “Salahmu menjadi orang bodoh! Dia mempermainkanmu sejak awal. Dia berhasil menaklukanmu, lalu sekarang membuangmu. Pikir! Setiap orang bisa berubah kapan saja. Mungkin sekarang dia sedang mengharapkan orang lain, atau bisa saja dia memang hanya main-main saat bertemu kamu.”
Hati: “Harusnya aku menyadari ini dari awal.”
Logika: “Kamu menyadarinya. Tapi kamu abaikan. Kamu dibutakan cinta.”
Aku sependapat dengan percakapan ini. Harusnya aku lebih peka. Nanda amat sangat berkemungkinan untuk mempermainkanku. Dia tahu aku sangat menyayanginya, dan aku percaya bahwa dia benar-benar lelaki baik. Itu caranya merusak hati yang setiap hari merindunya.
“Nan. Kamu benar-benar
***
Hari kesembilan.
Ini senyum kemenangan. Aku yakin, aku akan bahagia tanpa Nanda sekalipun. Mungkin aku tidak bisa membenci Nanda, seperti halnya mereka. Tapi aku mampu, melanjutkan hidupku. Untuk apa menunggu, jika aku tahu Nanda memang hanya ingin mempermainkan hatiku. Sia-sia. Lebih baik melupakannya.
***
Hari kesepuluh.
Iya. Aku tak pernah merasa sebahagia ini setelah kepergian Nanda. Di sekitarku, mereka menyayangiku, sumber bahagiaku, penguat hatiku. Mulai dari hari kesepuluh ini hingga ribuan hari berikutnya. Tidak akan ada lagi Nanda yang dulu. Kini hanya ada aku, dan sumber bahagiaku.
Kini aku melangkah, dengan senyum tanda aku mampu memulai hidup baru tanpa Nanda. Susah memang, tetapi bukan berarti tidak bisa. Ini proses. Proses melupakan.
(Bukan) Surat Cinta
Dear kamu.. Iya aku tau ini bodoh. Tapi cuma dari sini aku bisa cerita.
Dear kamu yang belum lama hadir dalam keseharian aku.. Aku tak tau harus memulai dari mana, bagaimana dan seperti apa. Keliatan kan, dari kamu baca tulisan ini sekarang.
Kamu, terima kasih telah bersabar selama ini dengan kelakuanku yang seperti ini. Aku memang anak kecil yang berumur dewasa. Tidak seperti kamu yang aku akui dewasa lahir bathin.
Kamu, ini tentang hubungan yang aku tidak tau maknanya seperti apa. Kamu tau, aku masih tidak menyangka akan secepat ini menemukan ruang hati yang baru (yang harus aku singgahi) kini.
Kamu, andai saja kamu tau aku sedang menata hati yang sempat dihancurkan oleh orang lain sewaktu kamu datang. Banyak kejadian yang sudah aku alami menjadi trauma akut buatku. Aku tau, bukan salahmu. Aku pun tak tau tentang keinginan semesta mempertemukan kita. Aku bahagia, ketika kamu datang dengan membawa ‘kalimat keseriusan’. Aku bahagia, tidak ada seseorang yang sepertimu menyampaikan kebahagiaan itu. Aku tidak tau harus berkata seperti apa. Katakan aku gengsi. Katakan aku malu. Tak apa. Masa laluku memang terlampau kejam. Ia yang membuatku tak lagi berani menaruh hati sembarangan. Tak lagi berani mempercayakan hati untuk dibagi.
Kamu tau, aku menunggu hati ini diluluhkanmu. Hanya saja, semakin lama aku semakin bingung akan sikapmu. Aku tak suka dipaksa. Aku tak suka diatur. Katakan aku keras kepala. Memang. Aku menginginkan kebebasan seperti apa yang aku mau. Aku selalu bilang iya jika kamu meminta. Tapi aku manusia biasa. Aku punya batas letih yang biasa. Apa kamu pernah tau? Aku melakukan segala sesuatu sendirian. Tidak pernah sekalipun ingin menyusahkanmu. Karena aku menghargaimu. Aku ingin menyenangkan hatimu, meski aku harus berbohong tentang aku.
Sekarang.. Hanya karena aku tak mau mengikuti mau mu, kamu katakan aku tak mampu diajak ikut bersusah-susah. Andai kamu tau, hidupku tak semudah yang di pikiran orang-orang. Hidupku penuh air mata, penuh dengan rasa letih. Masih bisa kamu mengatakan aku tidak bisa susah?
Mengenai prinsip yang aku punya. Aku ingin menepati janji yang sudah ku ucap. Jangan pernah katakan, aku lebih mementingkan teman daripada kamu. Aku punya janji, sebisa mungkin aku tepatin. Itu prinsip. Mungkin pikirmu, kita akan berjodoh kelak. Lalu kamu bebas merangkulku, dan memelukku. Tidak. Maaf, aku risih dengan itu. Kita baru saja kenal. Kamu inginkan hal romantis? Perhatikan aku. Pahami aku. Itu romantis buatku.
Kamu menginginkan aku berada selalu di sisimu. Ah, kamu pintar menerbangkan hatiku. Aku merasa penting buatmu. Tapi tidak harus aku yang setiap hari kamu ajak ke rumahmu. Atau mengikuti kamu yang sedang asik dengan pekerjaanmu. Oke. Sesekali. Oke. Selebihnya aku punya hidup sendiri, aku letih. Aku butuh istirahat.
Kamu bilang, bahwa kita harus saling mengerti. Saling? Apa yang kamu maksud satu sama lain? Menurutku, aku sudah mengerti kamu semampuku. Sekarang.. Bisakah kini giliranmu? Untuk urusan hati. Aku ingin berbenah diri. Aku mau.. Semoga aku mampu. Kini, apakah kamu ingin bersabar lagi?
Terima kasih, kamu. Aku luluh dengan kesabaranmu yang sudah-sudah. Maafkan aku telah menjadi sosok yang menyebalkan. Semoga kamu maafkan. Sekarang, mari liat semesta. Apakah kita direstui semesta atau malah dijauhkan?
Dear kamu yang belum lama hadir dalam keseharian aku.. Aku tak tau harus memulai dari mana, bagaimana dan seperti apa. Keliatan kan, dari kamu baca tulisan ini sekarang.
Kamu, terima kasih telah bersabar selama ini dengan kelakuanku yang seperti ini. Aku memang anak kecil yang berumur dewasa. Tidak seperti kamu yang aku akui dewasa lahir bathin.
Kamu, ini tentang hubungan yang aku tidak tau maknanya seperti apa. Kamu tau, aku masih tidak menyangka akan secepat ini menemukan ruang hati yang baru (yang harus aku singgahi) kini.
Kamu, andai saja kamu tau aku sedang menata hati yang sempat dihancurkan oleh orang lain sewaktu kamu datang. Banyak kejadian yang sudah aku alami menjadi trauma akut buatku. Aku tau, bukan salahmu. Aku pun tak tau tentang keinginan semesta mempertemukan kita. Aku bahagia, ketika kamu datang dengan membawa ‘kalimat keseriusan’. Aku bahagia, tidak ada seseorang yang sepertimu menyampaikan kebahagiaan itu. Aku tidak tau harus berkata seperti apa. Katakan aku gengsi. Katakan aku malu. Tak apa. Masa laluku memang terlampau kejam. Ia yang membuatku tak lagi berani menaruh hati sembarangan. Tak lagi berani mempercayakan hati untuk dibagi.
Kamu tau, aku menunggu hati ini diluluhkanmu. Hanya saja, semakin lama aku semakin bingung akan sikapmu. Aku tak suka dipaksa. Aku tak suka diatur. Katakan aku keras kepala. Memang. Aku menginginkan kebebasan seperti apa yang aku mau. Aku selalu bilang iya jika kamu meminta. Tapi aku manusia biasa. Aku punya batas letih yang biasa. Apa kamu pernah tau? Aku melakukan segala sesuatu sendirian. Tidak pernah sekalipun ingin menyusahkanmu. Karena aku menghargaimu. Aku ingin menyenangkan hatimu, meski aku harus berbohong tentang aku.
Sekarang.. Hanya karena aku tak mau mengikuti mau mu, kamu katakan aku tak mampu diajak ikut bersusah-susah. Andai kamu tau, hidupku tak semudah yang di pikiran orang-orang. Hidupku penuh air mata, penuh dengan rasa letih. Masih bisa kamu mengatakan aku tidak bisa susah?
Mengenai prinsip yang aku punya. Aku ingin menepati janji yang sudah ku ucap. Jangan pernah katakan, aku lebih mementingkan teman daripada kamu. Aku punya janji, sebisa mungkin aku tepatin. Itu prinsip. Mungkin pikirmu, kita akan berjodoh kelak. Lalu kamu bebas merangkulku, dan memelukku. Tidak. Maaf, aku risih dengan itu. Kita baru saja kenal. Kamu inginkan hal romantis? Perhatikan aku. Pahami aku. Itu romantis buatku.
Kamu menginginkan aku berada selalu di sisimu. Ah, kamu pintar menerbangkan hatiku. Aku merasa penting buatmu. Tapi tidak harus aku yang setiap hari kamu ajak ke rumahmu. Atau mengikuti kamu yang sedang asik dengan pekerjaanmu. Oke. Sesekali. Oke. Selebihnya aku punya hidup sendiri, aku letih. Aku butuh istirahat.
Kamu bilang, bahwa kita harus saling mengerti. Saling? Apa yang kamu maksud satu sama lain? Menurutku, aku sudah mengerti kamu semampuku. Sekarang.. Bisakah kini giliranmu? Untuk urusan hati. Aku ingin berbenah diri. Aku mau.. Semoga aku mampu. Kini, apakah kamu ingin bersabar lagi?
Terima kasih, kamu. Aku luluh dengan kesabaranmu yang sudah-sudah. Maafkan aku telah menjadi sosok yang menyebalkan. Semoga kamu maafkan. Sekarang, mari liat semesta. Apakah kita direstui semesta atau malah dijauhkan?
Sepertinya Aku Mencintaimu
Awalnya, matamu dan senyummu tak berarti apa-apa bagiku. Sapa
lembutmu, tutur katamu, bukan menjadi alasan senyumku setiap harinya.
Semua mengalir begitu saja, kita tertawa bersama, kita menghabiskan
waktu bersama, tanpa tahu bahwa cinta diam-diam menyergap dan
menyeringai santai dibalik punggungmu dan punggungku. Kita saling
bercanda, menertawakan diri sendiri, tanpa tahu bahwa rasa itu menelusup
tanpa ragu dan mulai mengisi labirin-labirin hatimu dan hatiku yang
telah lama tak diisi oleh seseorang yang spesial.
Tatapan matamu, mulai menjadi hal yang tak biasa di mataku. Caramu mengungkapkan pendapat, tak lagi menjadi hal yang kuhadapi dengan begitu santai. Renyah suara tawamu menghipnotis bibirku untuk melengkungkan senyum manis, menyambut lekuk bibirmu yang tersenyum saat menatapku. Aku tahu semua berubah menjadi begitu indah, sejak pembicaraan yang sederhana menjadi pembicaraan spesial yang begitu menyenangkan bagiku. Aku bertanya ragu, inikah kamu yang tiba-tiba mengubah segalanya jadi merah jambu?
Tanpa kusadari, namamu sering kuselipkan dalam baris-baris doa. Diam-diam aku senang menulis tentangmu, tersenyum tanpa sebab sambil terus menjentikkan jemariku. Tanpa kesengajaan, kauhadir dalam mimpiku, memelukku dengan erat dan hangat, sesuatu yang belum tentu kutemukan dalam dunia nyata saat aku terbangun nanti. Hari-hariku kini terisi oleh hadirmu, laju otakku kini tak mau berhenti memikirkanmu, aliran darahku menggelembungkan namamu dalam setiap tetes hemoglobinnya. Berlebihan kah? Bukankah mahluk Tuhan selalu bertingkah berlebihan ketika sedang jatuh cinta?
Saat menatap matamu, ada kata-kata yang sulit keluar dari bibirku. Saat mendengar sapa manjamu, tercipta rasa yang begitu lemah untuk kutunjukkan walaupun aku sedang berada bersamamu. Aku diam, saat menatap matamu apalagi mendengar suaramu. Aku membiarkan diriku jatuh dalam rindu yang mengekang dan membuatku sekarat. Aku membiarkan diriku tersiksa oleh angan yang kauciptakan dalam magisnya kehadiranmu. Subhanallah, ciptaanMu yang satu ini membuatku pusing tujuh keliling!
Setiap malam, ketika dingin menyergap tubuhku, aku malah membayangkanmu, bagaimana jika kamu memelukku? Bagaimana jika ini? Bagimana jika itu? Ah, selain indah ternyata kamu juga pandai menganggu pikiran seseorang, sehingga otakku hanya berisi kamu, kamu, dan kamu dalam berbagai bentuk!
Sepertinya aku mencintaimu…
Pada setiap percakapan kecil yang berubah menjadi perhatian sederhana yang kauperlihatkan padaku.
Sepertinya aku mencintaimu…
Dengan kebisuan yang kausampaikan padaku. Kita hanya berbicara lewat tatapan mata, kita hanya saling mengungkapkan lewat sentuhan-sentuhan kecil.
Sepertinya aku mencintaimu…
Karena aku sering merindukanmu, karena aku bahkan tak tahu mengapa aku begitu menggilaimu
Sepertinya aku mencintaimu…
Kepada kamu, yang masih saja tak mengerti perasaanku,
Tatapan matamu, mulai menjadi hal yang tak biasa di mataku. Caramu mengungkapkan pendapat, tak lagi menjadi hal yang kuhadapi dengan begitu santai. Renyah suara tawamu menghipnotis bibirku untuk melengkungkan senyum manis, menyambut lekuk bibirmu yang tersenyum saat menatapku. Aku tahu semua berubah menjadi begitu indah, sejak pembicaraan yang sederhana menjadi pembicaraan spesial yang begitu menyenangkan bagiku. Aku bertanya ragu, inikah kamu yang tiba-tiba mengubah segalanya jadi merah jambu?
Tanpa kusadari, namamu sering kuselipkan dalam baris-baris doa. Diam-diam aku senang menulis tentangmu, tersenyum tanpa sebab sambil terus menjentikkan jemariku. Tanpa kesengajaan, kauhadir dalam mimpiku, memelukku dengan erat dan hangat, sesuatu yang belum tentu kutemukan dalam dunia nyata saat aku terbangun nanti. Hari-hariku kini terisi oleh hadirmu, laju otakku kini tak mau berhenti memikirkanmu, aliran darahku menggelembungkan namamu dalam setiap tetes hemoglobinnya. Berlebihan kah? Bukankah mahluk Tuhan selalu bertingkah berlebihan ketika sedang jatuh cinta?
Saat menatap matamu, ada kata-kata yang sulit keluar dari bibirku. Saat mendengar sapa manjamu, tercipta rasa yang begitu lemah untuk kutunjukkan walaupun aku sedang berada bersamamu. Aku diam, saat menatap matamu apalagi mendengar suaramu. Aku membiarkan diriku jatuh dalam rindu yang mengekang dan membuatku sekarat. Aku membiarkan diriku tersiksa oleh angan yang kauciptakan dalam magisnya kehadiranmu. Subhanallah, ciptaanMu yang satu ini membuatku pusing tujuh keliling!
Setiap malam, ketika dingin menyergap tubuhku, aku malah membayangkanmu, bagaimana jika kamu memelukku? Bagaimana jika ini? Bagimana jika itu? Ah, selain indah ternyata kamu juga pandai menganggu pikiran seseorang, sehingga otakku hanya berisi kamu, kamu, dan kamu dalam berbagai bentuk!
Sepertinya aku mencintaimu…
Pada setiap percakapan kecil yang berubah menjadi perhatian sederhana yang kauperlihatkan padaku.
Sepertinya aku mencintaimu…
Dengan kebisuan yang kausampaikan padaku. Kita hanya berbicara lewat tatapan mata, kita hanya saling mengungkapkan lewat sentuhan-sentuhan kecil.
Sepertinya aku mencintaimu…
Karena aku sering merindukanmu, karena aku bahkan tak tahu mengapa aku begitu menggilaimu
Sepertinya aku mencintaimu…
Kepada kamu, yang masih saja tak mengerti perasaanku,
Sabtu, 13 April 2013
Ini buat dedek-dedek yg lagi ujian! :3
Wohaaaaaa lagi musim ujian ya? Coba baca "Tipe Peserta Ujian" ini deh
"Ssst!!! Nomer 2 apa? Contekin gue. Pelit amat ah lo, ya elah... Oh shit, oh damn, oh fuck. Oh yesss, oh noooooo!"
Demi cinta fitri, kata-kata kaya gitu sering banget gue atau lo denger yekannn? Tepatnya lagi pas ujian. Entah itu ujian semester, atau ujian nasional. Ujian itu kayak ngedapetin cinta sih ya, susah susah gampang. TJIEEEEEE~
Sebenernya sih, menurut gue, peserta ujian itu cuma ada 2 tipe :
1. Tipe yang GAMPANG MOVE-ON. Ya, gampang move-on.
Tipe peserta yang kayak gini ini yang paling direkomendasiin. Sebabnya apa?
Saat dia nemuin soal yang sekiranya susah untuk dikerjain, dia bakal langsung move-on ke soal berikutnya. Nggak diem aja, nggak stuck di soal itu, nggak kejebak di masa lalu juga. Garuk-garuk nggak jelas, pura-pura ngerjain, kertas burem jadi full gambar-gambar nggak jelas, yang awalnya ngitung malah akhirannya gambar orang ngocok. Ngocok arisan sob! Ngeres yeeeee otaknya!
Suram itu, suram.
"Masa lalu yang susah dilupain emang menyakitkan, tapi lebih menyakitkan lagi kalo waktu lo habis cuma buat mikirin masa lalu yang emang bener-bener nggak bisa lo dapetin lagi, yang akhirnya lo jadi pribadi yang terpuruk." -Lindi, 18th, pernah galau.
"Soal yang susah dikerjain emang menyakitkan, tapi lebih menyakitkan lagi kalo waktu lo habis cuma buat mikirin soal yang emang bener-bener nggak bisa lo kerjain, yang akhirnya lo jadi dapet nilai buruk." -Lindi, 18th, pernah nyontek.
Beda tipis yekannn? *Itu sekalian tsurhat sih*
2. Tipe yang SUSAH MOVE-ON. Ya, susah, susah move-on. Hih!
"Anjrit ini soal apaan sih, nggak ngerti gue."
Gue sering tuh ngerasain kayak gitu. Saking penasarannya sama soal, gatau gimana caranya gue harus bisa ngerjain tuh soal.
Tengok kanan. Tengok kiri. Lihat depan. Lihat belakang. Tak kunjung dapat jawaban, hanya harapan. Sama contekan aja di PHP-in! Hih sedih da aing mah!
Sampe akhirnya waktu gue kebuang sia-sia buat mantengin satu soal biadab yang bikin gue penasaran itu tadi. Setelah gue pikir-pikir, buat apa ya gue kayak gitu tadi, harusnya gue move-on. Udah tau soal itu tadi ga ngenakin, masih aja dipikir. Sama kayak mantan, udah tau nggak ngenakin ati, bikin galau mulu, masih aja dipikirin. *lagi-lagi tsurhat*
Yaaa... Dipilih aja deh diantara dua itu tadi lo termasuk yang mana.
Selamat siang. Selamat move-on! :*
"Ssst!!! Nomer 2 apa? Contekin gue. Pelit amat ah lo, ya elah... Oh shit, oh damn, oh fuck. Oh yesss, oh noooooo!"
Demi cinta fitri, kata-kata kaya gitu sering banget gue atau lo denger yekannn? Tepatnya lagi pas ujian. Entah itu ujian semester, atau ujian nasional. Ujian itu kayak ngedapetin cinta sih ya, susah susah gampang. TJIEEEEEE~
Sebenernya sih, menurut gue, peserta ujian itu cuma ada 2 tipe :
1. Tipe yang GAMPANG MOVE-ON. Ya, gampang move-on.
Tipe peserta yang kayak gini ini yang paling direkomendasiin. Sebabnya apa?
Saat dia nemuin soal yang sekiranya susah untuk dikerjain, dia bakal langsung move-on ke soal berikutnya. Nggak diem aja, nggak stuck di soal itu, nggak kejebak di masa lalu juga. Garuk-garuk nggak jelas, pura-pura ngerjain, kertas burem jadi full gambar-gambar nggak jelas, yang awalnya ngitung malah akhirannya gambar orang ngocok. Ngocok arisan sob! Ngeres yeeeee otaknya!
Suram itu, suram.
"Masa lalu yang susah dilupain emang menyakitkan, tapi lebih menyakitkan lagi kalo waktu lo habis cuma buat mikirin masa lalu yang emang bener-bener nggak bisa lo dapetin lagi, yang akhirnya lo jadi pribadi yang terpuruk." -Lindi, 18th, pernah galau.
"Soal yang susah dikerjain emang menyakitkan, tapi lebih menyakitkan lagi kalo waktu lo habis cuma buat mikirin soal yang emang bener-bener nggak bisa lo kerjain, yang akhirnya lo jadi dapet nilai buruk." -Lindi, 18th, pernah nyontek.
Beda tipis yekannn? *Itu sekalian tsurhat sih*
2. Tipe yang SUSAH MOVE-ON. Ya, susah, susah move-on. Hih!
"Anjrit ini soal apaan sih, nggak ngerti gue."
Gue sering tuh ngerasain kayak gitu. Saking penasarannya sama soal, gatau gimana caranya gue harus bisa ngerjain tuh soal.
Tengok kanan. Tengok kiri. Lihat depan. Lihat belakang. Tak kunjung dapat jawaban, hanya harapan. Sama contekan aja di PHP-in! Hih sedih da aing mah!
Sampe akhirnya waktu gue kebuang sia-sia buat mantengin satu soal biadab yang bikin gue penasaran itu tadi. Setelah gue pikir-pikir, buat apa ya gue kayak gitu tadi, harusnya gue move-on. Udah tau soal itu tadi ga ngenakin, masih aja dipikir. Sama kayak mantan, udah tau nggak ngenakin ati, bikin galau mulu, masih aja dipikirin. *lagi-lagi tsurhat*
Yaaa... Dipilih aja deh diantara dua itu tadi lo termasuk yang mana.
Selamat siang. Selamat move-on! :*
Teruntuk, Kamu.
Hai, Kamu. Maaf aku harus tulis ini di note karena akan
kepanjangan kalau aku nulis lewat chat atau SMS. Kamu, semakin besar
harusnya aku semakin belajar bagaimana caranya harus menghadapi hidup,
bukan? Dan kamu salah satu orang yang membuat aku belajar bagaimana
caranya menjadi terus kuat dan "hidup". :)
Entah kamu sadar atau nggak, aku udah hampir satu tahun hidup tanpa kamu. Ketika akhirnya kita harus saling terpisah dan hidup tanpa hubungan lagi. Ketika akhirnya kamu meninggalkanku dan memilih yg lain. Kadang, aku mikir, kenapa ya kita harus banget hidup dalam sebuah hubungan, lalu menggalaukan diri sendiri dan mellow? Jadi, aku baca sebuah artikel yang ditulis Sharmi Shotu kalau sebuah hubungan itu cuma tipuan dunia. Kita percaya bahwa kita telah disatukan dengan orang lain dalam proses ritual atau kata-kata, "Aku suka, jadi kamu mau jadi pacar aku?" lalu orang di depannya mengangguk dan jadian, ketimbang kita harus percaya pada hukum alam yang bilang kalau kita harus menerima dan merengkuh kesendirian kita baru setelah itu kita bisa mengalami cinta sejati. Aneh, ya? Atau aku yang tiba-tiba jadi aneh nulis begini ke kamu? Hehe.
Aku masih sayang sama Kamu, tapi sekarang sama sayangnya seperti aku sayang Ayahku, teman-teman cowo ku di geng "Cwidder", novel-novelku dirumah. Aku, pada akhirnya, belajar kalau cinta sejati akhirnya nggak pernah mengenal ikatan atau hierarki. Dan bukan mustahil kalau akhirnya aku cinta sama kamu tanpa merasa kamu harus ada dalam kehidupan aku, Kamu.
Setelah baca tulisan Mbak Sharmi, aku tahu sekarang aku lega, Kamu. Karena aku ikhlas. Dan kamu, mantan terbaik yang pernah ada dalam hidup aku. Aku yakin masa depan kita berdua cerah dan bahagia. Aku harap suatu saat kita bisa lagi ngopi-ngopi tanpa rasa canggung. Atau lewatin malam bareng lagi di rumah kamu di Depok atau di rumahku di Bogor? Atau nyanyi lagu "My Love"-nya Westlife bareng-bareng lagi?
Akhirnya, lewat note ini, aku cuma mau bilang, kalau akhirnya, aku bisa berjalan terus. Hampir satu tahun ini, aku masih terperangkap selalu mikirin kamu dan itu membuat aku nggak bisa terima orang baru yang datang buat aku. Beberapa orang udah berkorban atas keegoisan aku dengan mempersalahkan kamu. Mulai sekarang dan baru sekarang, aku mau lepasin kamu, seperti kamu bisa lepasin aku. Aku lega akhirnya bisa nulis ini. Lega bisa sejujur ini. Kamu, aku bisa move on mulai sekarang. :)
Teruntuk kamu-nya aku, dulu.
NandaAdiNugraha
Entah kamu sadar atau nggak, aku udah hampir satu tahun hidup tanpa kamu. Ketika akhirnya kita harus saling terpisah dan hidup tanpa hubungan lagi. Ketika akhirnya kamu meninggalkanku dan memilih yg lain. Kadang, aku mikir, kenapa ya kita harus banget hidup dalam sebuah hubungan, lalu menggalaukan diri sendiri dan mellow? Jadi, aku baca sebuah artikel yang ditulis Sharmi Shotu kalau sebuah hubungan itu cuma tipuan dunia. Kita percaya bahwa kita telah disatukan dengan orang lain dalam proses ritual atau kata-kata, "Aku suka, jadi kamu mau jadi pacar aku?" lalu orang di depannya mengangguk dan jadian, ketimbang kita harus percaya pada hukum alam yang bilang kalau kita harus menerima dan merengkuh kesendirian kita baru setelah itu kita bisa mengalami cinta sejati. Aneh, ya? Atau aku yang tiba-tiba jadi aneh nulis begini ke kamu? Hehe.
Aku masih sayang sama Kamu, tapi sekarang sama sayangnya seperti aku sayang Ayahku, teman-teman cowo ku di geng "Cwidder", novel-novelku dirumah. Aku, pada akhirnya, belajar kalau cinta sejati akhirnya nggak pernah mengenal ikatan atau hierarki. Dan bukan mustahil kalau akhirnya aku cinta sama kamu tanpa merasa kamu harus ada dalam kehidupan aku, Kamu.
Setelah baca tulisan Mbak Sharmi, aku tahu sekarang aku lega, Kamu. Karena aku ikhlas. Dan kamu, mantan terbaik yang pernah ada dalam hidup aku. Aku yakin masa depan kita berdua cerah dan bahagia. Aku harap suatu saat kita bisa lagi ngopi-ngopi tanpa rasa canggung. Atau lewatin malam bareng lagi di rumah kamu di Depok atau di rumahku di Bogor? Atau nyanyi lagu "My Love"-nya Westlife bareng-bareng lagi?
Akhirnya, lewat note ini, aku cuma mau bilang, kalau akhirnya, aku bisa berjalan terus. Hampir satu tahun ini, aku masih terperangkap selalu mikirin kamu dan itu membuat aku nggak bisa terima orang baru yang datang buat aku. Beberapa orang udah berkorban atas keegoisan aku dengan mempersalahkan kamu. Mulai sekarang dan baru sekarang, aku mau lepasin kamu, seperti kamu bisa lepasin aku. Aku lega akhirnya bisa nulis ini. Lega bisa sejujur ini. Kamu, aku bisa move on mulai sekarang. :)
Teruntuk kamu-nya aku, dulu.
NandaAdiNugraha
Nikah muda? Think again!
Note ini dibuat saat gue baru aja baca buku #UdahPutusinAja nya ustad Felix Siauw. Iya ini tentang NIKAH!
Di dalam buku itu sih bilang, "Hari gini masih pacaran? Mending nikah, dapet pahala dan bebas dari perzinahan"
Iya sih bener. Tapi..... Sebagai remaja usia 18tahun gue belum siap lahir dan batin. "Berarti lo dukung pacaran dong Lin?" Ehhhh engga, bukan berarti gue bilang kalo pacaran itu boleh. Sebagai remaja yg pernah pacaran, bohong lah gue kalo "pacaran" itu ga ngapa-ngapain. Ya zina-zina dikit adalah. HEH! Megang tangan kata agama islam termasuk zina kan? NAHHHHHHHHHH!
Pendapat gue tentang Nikah itu....
Buat gue, Nikah itu gak sama kaya pacaran. Jadi jangan cuma modal kenalan 2minggu terus ngajak nikah.
Nikah itu buat gue sakral, jadi kalo bisa dan..... harus bisa seharusnya cuma dilakuin sekali aja.
Nikah itu gak sesimpel pertemuan dua kelamin juga kan tapi. Nikah karena yakin, bukan kebelet. IYA! Jadi maksudnya itu jangan jadiin Nikah sebagai "hanya" pe-legal-an untuk bisa berhubungan badan dan nafsu semata.
Yang udah cukup umur, coba pikir deh masa karna umur lo udah 17tahun, udah punya KTP dan udah boleh nikah serta udah terbebas dari seragam putih-abu-abu dan lo udah ngebet pengen nikah? Iya tau deh yang udah punya pasangan, yang katanya mah cinte mati, dan dijanjiin pengen Nikah? Hih! Situ ABG apa bocah PAUD? Yang udah 25tahun aja ada tuh yg belum nikah!
Nikah jangan karena umur sob! tapi karena siap. Iya, siap lahir-batin, jasmani-rohani, juga pendapatan dan tabungan!
Kalo miniset gue, ehhh mainset gue maksudnya sih "Nikah muda? Mau ngapain ih. Mending puasin dulu seneng-seneng, jalan-jalan, rumpi-rumpi. Sarjana dulu, cari duit yang banyak, punya rumah, beli mobil, tabungan fulltank"
Gue, sebagai cewek insyaAllah nanti kalo udah nikah pun gamau selalu "tangan dibawah" sama suami gue. Dan gue pun gamau suami gue nanti cuma bisa "tangan dibawah" aja. Buat apa punya suami yang "tangan dibawah" ? Istri banting tulang, banting harga jual diri buat biaya hidup, dan dia cuma bisa "tangan dibawah" ? DEPAK AJA KALE KALO KALIAN PUNYA SUAMI KEK GITUUUU!
Nah jadi buat kalian yg ngerasa cowok, kalo belum punya rumah, mobil, motor, dan tabungan yg isinya fulltank jangan deh ngejanjiin nikah pacar kalian. Contohnya "Aku mau sama kamu sampe 6tahun, abis itu kita nikah ya". EEKMEONG! TAIUCING!
Mas, Mba... Kalo kalian nikah, kalian gak cuma ngidupin diri sendiri doang lho, keluarga kalian juga (apalagi sebagai cowok). Dan gue pribadi sih mikirnya kalo kita aja masih hidup dari duit orang tua artinya kita belom siap nikah. Iya! sekaya apa pun ortu kita! Karna, nikah bukan cuma beli kasur, bukan cuma beli susu anak, dan bukan cuma beli pil biru!
Kalo kalian nikah, orang yang jadi pasangan kalian itu akan selalu kalian liat mukanya tiap hari, jadi lo mesti siap dan gak boleh bosen! Pacaran bosen? Tinggal putus! Nah selesai perkara. Kalo Nikah bosen? Cerai kitu? Mau mba situ jadi JANDA? Mau mas situ jadi DUDA? Hih! Okelah kalo situ seleb mah. Nah situ siapa mas mba? Cuma butiran debuuuuuuu~
Serius deh, nikah itu jangan dijadiin mainan. Nikah itu keputusan dari diri sendiri dan pasangan, bukan dari paksaan ataupun keluarga. Tapi tau diri juga kaleee! Situ udah mapan belom Mas? Situ udah siap ngelahirin belom Mba? Jangan siap pas bikinnya aja Mas Mba!
Jadiiiiiiiiii intinya apa Linnnnnn? Ngoceh mulu lo! Loba ceta!
"Nikah itu gak cuma modal sayang, nyaman dan yakin. Karena beli Blackberry dan uang sekolah anak gak bisa pake nyaman atau yakin." -Lindi Adlina, Mahasiswi, 18th. Byeeeeeee! :3
Di dalam buku itu sih bilang, "Hari gini masih pacaran? Mending nikah, dapet pahala dan bebas dari perzinahan"
Iya sih bener. Tapi..... Sebagai remaja usia 18tahun gue belum siap lahir dan batin. "Berarti lo dukung pacaran dong Lin?" Ehhhh engga, bukan berarti gue bilang kalo pacaran itu boleh. Sebagai remaja yg pernah pacaran, bohong lah gue kalo "pacaran" itu ga ngapa-ngapain. Ya zina-zina dikit adalah. HEH! Megang tangan kata agama islam termasuk zina kan? NAHHHHHHHHHH!
Pendapat gue tentang Nikah itu....
Buat gue, Nikah itu gak sama kaya pacaran. Jadi jangan cuma modal kenalan 2minggu terus ngajak nikah.
Nikah itu buat gue sakral, jadi kalo bisa dan..... harus bisa seharusnya cuma dilakuin sekali aja.
Nikah itu gak sesimpel pertemuan dua kelamin juga kan tapi. Nikah karena yakin, bukan kebelet. IYA! Jadi maksudnya itu jangan jadiin Nikah sebagai "hanya" pe-legal-an untuk bisa berhubungan badan dan nafsu semata.
Yang udah cukup umur, coba pikir deh masa karna umur lo udah 17tahun, udah punya KTP dan udah boleh nikah serta udah terbebas dari seragam putih-abu-abu dan lo udah ngebet pengen nikah? Iya tau deh yang udah punya pasangan, yang katanya mah cinte mati, dan dijanjiin pengen Nikah? Hih! Situ ABG apa bocah PAUD? Yang udah 25tahun aja ada tuh yg belum nikah!
Nikah jangan karena umur sob! tapi karena siap. Iya, siap lahir-batin, jasmani-rohani, juga pendapatan dan tabungan!
Kalo miniset gue, ehhh mainset gue maksudnya sih "Nikah muda? Mau ngapain ih. Mending puasin dulu seneng-seneng, jalan-jalan, rumpi-rumpi. Sarjana dulu, cari duit yang banyak, punya rumah, beli mobil, tabungan fulltank"
Gue, sebagai cewek insyaAllah nanti kalo udah nikah pun gamau selalu "tangan dibawah" sama suami gue. Dan gue pun gamau suami gue nanti cuma bisa "tangan dibawah" aja. Buat apa punya suami yang "tangan dibawah" ? Istri banting tulang, banting harga jual diri buat biaya hidup, dan dia cuma bisa "tangan dibawah" ? DEPAK AJA KALE KALO KALIAN PUNYA SUAMI KEK GITUUUU!
Nah jadi buat kalian yg ngerasa cowok, kalo belum punya rumah, mobil, motor, dan tabungan yg isinya fulltank jangan deh ngejanjiin nikah pacar kalian. Contohnya "Aku mau sama kamu sampe 6tahun, abis itu kita nikah ya". EEKMEONG! TAIUCING!
Mas, Mba... Kalo kalian nikah, kalian gak cuma ngidupin diri sendiri doang lho, keluarga kalian juga (apalagi sebagai cowok). Dan gue pribadi sih mikirnya kalo kita aja masih hidup dari duit orang tua artinya kita belom siap nikah. Iya! sekaya apa pun ortu kita! Karna, nikah bukan cuma beli kasur, bukan cuma beli susu anak, dan bukan cuma beli pil biru!
Kalo kalian nikah, orang yang jadi pasangan kalian itu akan selalu kalian liat mukanya tiap hari, jadi lo mesti siap dan gak boleh bosen! Pacaran bosen? Tinggal putus! Nah selesai perkara. Kalo Nikah bosen? Cerai kitu? Mau mba situ jadi JANDA? Mau mas situ jadi DUDA? Hih! Okelah kalo situ seleb mah. Nah situ siapa mas mba? Cuma butiran debuuuuuuu~
Serius deh, nikah itu jangan dijadiin mainan. Nikah itu keputusan dari diri sendiri dan pasangan, bukan dari paksaan ataupun keluarga. Tapi tau diri juga kaleee! Situ udah mapan belom Mas? Situ udah siap ngelahirin belom Mba? Jangan siap pas bikinnya aja Mas Mba!
Jadiiiiiiiiii intinya apa Linnnnnn? Ngoceh mulu lo! Loba ceta!
"Nikah itu gak cuma modal sayang, nyaman dan yakin. Karena beli Blackberry dan uang sekolah anak gak bisa pake nyaman atau yakin." -Lindi Adlina, Mahasiswi, 18th. Byeeeeeee! :3
RENDY AKBAR FUCK-ISYAL
Rendy ya? Ini orang siapa sih? Ada yg kenal? Ga ada? Yahhhhh rendy emang ga pantes terkenal. Karna yang terkenal cuma gue. Gue, Lindi JKT48.
Sebenernya sih males bahas tentang Rendy, tapi da gimana atuh, banyak yang request, banyak yang order juga. Iya! Rendy emang cowo orderan! Yuk di order sist;;) Murmer + free ongkir lho. *Sorry Brotkes*
Sebelumnya udah pernah kan gue bahas Rendy di postingan "MyBest-Freak-Friends" ? Ya tentang ke-freakan-nya Rendy udah ketauan semua. Seluruh dunia juga udah pada tau kan? Zayn malik aja sampe hamil. Co-nga-co ngaco otak lu lin!
Mumpung gue lagi baik, lagi sayang-sayangnya sama anjingnya tetangga gue, gue mau bahas Rendy yang baik-baiknya deh. Bukannnnnnn! Jangan bilang gue naksir Rendy!!! Ini gue lagi mau nambah pahala aja. Yuk cus Gelarrrr dehhh!
Rendy bisa dibilang pinter lah. Ya gimana ga pinter, IP nya aja diatas 3. Bukannnnn! Bukan 36B sob! Itu mah behanya temen gue, namanya Mia! Selain jadi mahasiswa jurusan Arsitektur, doi juga berharap jadi mahasiswa jurusan Hubungan Internasional. Iya! Berarti niat belajarnya tinggi banget yekan? Iye tinggi! Biasanya yg tinggi-tinggi itu yg keseringan ngarep! Hih! Ciyan banget idupnya kebanyakan ngarep mulu, kewujud kaga. Hih! *kemudian di takol Rendy*
Doi juga anaknya rajin. Rajin nge-rumpi, rajin ngomongin orang, rajin ngetawain hidup orang, rajin minta traktiran, rajin olahraga sama fitnes-fitnes gitu deh katanya. Katanya sih. Kata siapa lin??? Kata sempaknya! Ye bacot lu nanya mulu!
Badannya panjang, tititnya juga. Eh maksudnya badannya tinggi deh. Tititnya juga kalo lagi ngaceng tinggi. Iya kan rennn? Ahhhhh aku gakuat:(
Doi tinggi gegara dulu, dulu bangeeeeeeet lho ini! Iya! Katanya sering berenang sama sering main basket. Uwuwuwuw cowo basket tuh, jomblo pula! Pacarin buru pacarin girlssss!!!!!! Gue sih percaya ga percaya. Gue percaya nya malah Rendy tuh tinggi gegara nyemilin bambu mulu. Behahahahaha
Rendy juga rajin diet. Badannya ramping, sampe kalo ada angin lewat bisa langsung terbang. Ajak gue terbang bareng lo rennnn, ajak plisssss:( biar kaya di film indosiar itu lho yg bisa terbang-terbang :3
Selain pinter, rajin olahraga sama rajin diet, doi juga rajin menabung. Bang bing bung yuk kita nabung, bang bing bung hey jangan dihitung, tau-tau kita nanti banyak duit. Yuhuuuuu\o/ Rendy hidupnya modal gratisan mulu sama modal minta traktiran, makanya duitnya awet. Pasti ditabungin semua kan ren? Ya paling di pake saeutik buat beli kondom sam pil biru. Kata doi sih, doi calon arsitek yg bentar lagi jadi orang kaya. Iya, gitu kata bio Twitternya.
Dan dia....... Tipe cowo yang setia. Ga percaya? Mau bukti? Kami kasih bukti, bukan janji! *iklan dulu ceritanya sob!*
Buktinya, Rendy masih aja stuck di hati mantannya. Sekarang tahun berapa sih? 2013 kan? Dan masih ngarepin mantan? Mamam lacun aja gih! Ga ngerti deh gue ga ngerti, doi gabisa move on apa masih ngarep sih? Padahal gue jomblo biar lo pacarin lho ren:( EH ITU BARUSAN GUE NGETIK APAAN? Typo kayanya :')))
Gue ga ngerti, Rendy itu cinta apa nyiksa? Setia apa bego? Entahlah. Hanya isi sempaknya dan isi kantong doraemon yg tau. Hufffffft pffffft.
Rendy juga orangnya baik, kadang sok jadi mario teguh. Kadang kaya bang bokir yang bisa aja bikin ketawa. Asoy, geboy, ML, yesss ahhhh, yessss nooooo! Ahhhhh~ Ga nyesel deh pokoknya, burunya di order sist. Get it fast! :)))
Lastttttt!
Selain yang udah gue sebutin diatas, ini nih yang penting!!! Rendy ganteng to the max!!!! Idung nya? Beuhhhh kek iluminati. Iye! Segitiga ngadekok gitu :3 Style nya? Gausah diraguin lagi. Doi anak gaul garis keras cabang bogor dan sekitarnya. Ga percaya? Gue kasih fotonya. *Yang nge-save foto bayar 200rebu/foto. Transfer aja ke Rekening BNI a/n Lindi Adlina* Huehehehehe
Tuhhhhhhhh!!! kurang apa coba Rendy yang satu ini? Pinter, rajin olahraga, anak basket, anak bawang, rajin menabung, suka menolong dan membantu PAPA. Setia plus gantengggggg! Kurang apa lagi girlsss? Iya kurang 1biji doang sih. Eh engga deh, bijinya Rendy barusan gue pegang masih ada 2 kok. Iya-iya salah ya? Huhuhu:( maksudnya Rendy cuma masih JOMBLO aja, maka nya jadi kurang gitu. Jangan ngeres deh otaknya! -_-
Aaaaaaaaaah...... Cape ahhhh, Akhirnya selesai juga bahas Rendy si jomblo bapuk yg otaknya cuma segede biji peler. Merasa berdosa banget gue abis posting tulisan ini. Sssssssst jangan bilang-bilang ya, gue nulis ini gegara kepaksa. Ini buktinya :3
Gue harap setelah gue nulis ini dan postingan ini kalian baca, semoga Rendy menemukan cinta baru biar ga jadi jomblo bapuk lagi. Semoga. Aminnnn. Lindi Adlina cusss dulu mau balik ke khayangan, Papay muaccccccch :3
Kamis, 04 April 2013
Untuk Bidadari yg selalu ku sebut "Mama"
Mama... Walau kita berada dalam satu atap yg sama, aku ingin sekali menuliskan sebingkai surat cinta untukmu.
Aku tak sanggup berkata-kata melalui suara, karna nantinya akan menitihkan airmata. Hanya melalui tulisan dan doa, Ma.... Perasaan ini aku tumpahkan untukmu. Mama, kecantikanmu membuatku seakan menatap seorang bidadari yg Tuhan ciptakan dibumi ini. Dan sungguh, tiada kehangatan melebihi hangatnya pelukanmu.
Mama, kau kuat sekali. Setiap pagi kau harus bergegas bangun pagi, menyiapakan sarapan untuk suami dan anak-anakmu. Mama, begitu sering aku memanggil manja nama itu. Bagaimana nanti ketika aku menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anakku? Bisakah aku sepertimu? Tak pernah menangis dihadapan anak-anakmu walaupun sudah terlalu letih. Selalu kuat untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang istri dan ibu. Apa aku bisa, Ma? Ajari aku, berikan aku kekuatan itu, dan tumpahkan cintamu dalam samudra cintaku.
Mama, waktu tidurmu sudah berkurang sekarang. Kau sudah nampak lelah. Ketika kau tidur, diam-diam aku slalu memperhatikanmu. Kau tidur dengan pulasnya. Entah mengapa, selalu ada ketenangan ketika melihatmu. Aku ingin selalu terus melihat ketenangan itu, Ma. Ma, mama harus semakin kuat yah. Aku tak bisa membayangkan jika aku tak bisa melihat wajahmu lagi. Aku mohon, tetaplah kuat dan slalu tersenyum manis dirumah ini untuk kami, untuk suami dan anak-anakmu Ma.
Mama, kau belum melihat aku menjadi seorang sarjana dan magister. Kau juga belum melihat aku berangkat kerja. Kau belum melihat aku ketika diminta oleh pria untuk diperistri. Kau belum menggendong dan bermain bersama cucu-cucumu. Kau belum melihat aku bahagia dengan pilihanku. Aku belum puas membahagiakanmu, Ma. Masih banyak hal yg belum kau dapatkan dari aku. Jadi aku mohon tetaplah kuat dan tersenyum. Semoga Tuhan slalu menjaga, melindungi dan memberikan kesehatan untuk kita ya, Ma. Dan semoga Tuhan me-ridhai-ku untuk dapat membahagikanmu terlebih dulu sebelum Dia memanggilmu kembali.
Dari aku,
Anak perempuan pertama mu.
Ditulis dengan penuh cinta untuk bidadariku, Mama. Iloveyou more than you know{}
Aku tak sanggup berkata-kata melalui suara, karna nantinya akan menitihkan airmata. Hanya melalui tulisan dan doa, Ma.... Perasaan ini aku tumpahkan untukmu. Mama, kecantikanmu membuatku seakan menatap seorang bidadari yg Tuhan ciptakan dibumi ini. Dan sungguh, tiada kehangatan melebihi hangatnya pelukanmu.
Mama, kau kuat sekali. Setiap pagi kau harus bergegas bangun pagi, menyiapakan sarapan untuk suami dan anak-anakmu. Mama, begitu sering aku memanggil manja nama itu. Bagaimana nanti ketika aku menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anakku? Bisakah aku sepertimu? Tak pernah menangis dihadapan anak-anakmu walaupun sudah terlalu letih. Selalu kuat untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang istri dan ibu. Apa aku bisa, Ma? Ajari aku, berikan aku kekuatan itu, dan tumpahkan cintamu dalam samudra cintaku.
Mama, waktu tidurmu sudah berkurang sekarang. Kau sudah nampak lelah. Ketika kau tidur, diam-diam aku slalu memperhatikanmu. Kau tidur dengan pulasnya. Entah mengapa, selalu ada ketenangan ketika melihatmu. Aku ingin selalu terus melihat ketenangan itu, Ma. Ma, mama harus semakin kuat yah. Aku tak bisa membayangkan jika aku tak bisa melihat wajahmu lagi. Aku mohon, tetaplah kuat dan slalu tersenyum manis dirumah ini untuk kami, untuk suami dan anak-anakmu Ma.
Mama, kau belum melihat aku menjadi seorang sarjana dan magister. Kau juga belum melihat aku berangkat kerja. Kau belum melihat aku ketika diminta oleh pria untuk diperistri. Kau belum menggendong dan bermain bersama cucu-cucumu. Kau belum melihat aku bahagia dengan pilihanku. Aku belum puas membahagiakanmu, Ma. Masih banyak hal yg belum kau dapatkan dari aku. Jadi aku mohon tetaplah kuat dan tersenyum. Semoga Tuhan slalu menjaga, melindungi dan memberikan kesehatan untuk kita ya, Ma. Dan semoga Tuhan me-ridhai-ku untuk dapat membahagikanmu terlebih dulu sebelum Dia memanggilmu kembali.
Dari aku,
Anak perempuan pertama mu.
Ditulis dengan penuh cinta untuk bidadariku, Mama. Iloveyou more than you know{}
Minggu sore yang absurd
Sunday, 31 March 2013
Hari ini gue ngerasa gaul banget. Jiwa gaul gue buat nongkrong udah teriak-teriak semenjak subuh tadi. Akhirnya... Starbucks Botani-lah yang gue pilih jadi tongkrongan gaul edisi gue kali ini.
Beberapa menit dan jam kemudian...
Udah sampe, gue langsung puter otak gimana caranya gue nggak pesen tapi masih bisa duduk tenang, internetan gratis tetep jalan. Gue langsung duduk. Muka stay cool, jidat mengkerut, perut menciut. Nggak kelamaan, gue panggil mbak-mbak Starbucksnya.
“Hmmm mbak, tolong dong.. Ini minum saya udah abis, diberesin ya.”
Dengan kesongongan yang gue punya. Gue sukses bikin mbak yang namanya Jessica itu nggak tau kalo sebenernya gue nggak pesen apa-apa. Dan itu bekas minum siapa gue nggak tau. Dan sukses pula lah dosa gue bertambah gegera ngibulin orang. Huehehe
“Oh iya dek, sebentar..” bales dia sambil ngeloyor.
Belom jauh, gue panggil lagi.
“Eh mbak, sekalian minta password wifinya ya.”
Kali ini dia cuma manggut-manggut, tanda “iya”.
LEGHAAA..
Gue bener-bener nggak pesen apa-apa. Jiwa mahasiswi mental gratisan gue teruji banget disini, syukur lulus. Beberapa jam gue disini, gue diem, scroll kanan scroll kiri, maen twitter bosen, facebook apalagi. Well, gue pantengin orang sekitar.
Kelihatan di seberang meja gue, ada sepasang sejoli, mukanya merengut, dua-duanya. Gue pastiin mereka lagi berantem, yang cewek gigitin sedotan, yang cowok pegangin tangan ceweknya. Romantis sih sebenernya, tapi kenapa si cewek nangis? OK. Tebakan gue bener, mereka lagi berantem.
"Pokoknya aku marah sama kamu, aku ngambek sama kamu. Kamu beda dari yang aku pikir sebelumnya!"
Bentak si cewek ke cowok, kedengeran sampe kasir.
"Jangan gitu dong, yang.. Please.."
Si cowok ngomong begitu sambil setengah jongkok. Gue nggak tau dia gitu segala sakit perut atau emang jiwanya lagi terenyuh gara-gara ceweknya ngambek.
Dialog kampret macem gitu udah sering banget gue denger. Ya sekalipun gue juga pernah ngalaminnya sendiri, dulu banget, waktu masih pacaran sama... sebut saja dia dakocan. Berantem itu nggak enak banget. Pihak yang salah jadi pihak yang paling rugi disini. Seringnya sih, cewek.
Sebagai cewek, gue ngerasa hal semacam ini harus segera dimusnahkan. Nggak selamanya cewek itu salah. Nggak selamanya cewek itu ada di bawah. Nggak selamanya cewek itu ambekan. Nggak selamanya juga cewek itu manja. Iya, emang nggak selamanya. Tapi...
SETERUSNYA! *kabur* *di keplak cewek-cewek sedunia*
Gue cerita dikit, nih..
Masa-masa pacaran gue dulu (DULUUU BANGET!!!) sama si... sebut saja dakocan. Hampir nggak pernah absen sama yang namanya berantem. Ibaratnya, kalo lagi liat sinetron, lebih banyak iklannya daripada sinetronnya maen. Ya ini kasusnya mirip! Pacaran gue lebih banyak berantemnya daripada mesra-mesraannya. Dan di tiap sesi berantem, gue mulu yang minta maaf. Sesi pertama, gue minta maaf, tapi dicuekin. Sesi kedua, gue minta maaf lagi, tapi nggak didengerin. Sesi ketiga, gue minta maaf, tapi malah diketekin. ASEM!
Kenapa harus gue? Kenapa nggak nyokap, bokap, adek, kakak, temen nongkrong gue, temen SMA gue, atau temen maen petak umpet gue waktu kecil? Atau Asep, temen SD yang pernah pelorotin celana olahraga gue, kenapa nggak dia!!!???
KENAPA HARUS GUE!!! DAN KENAPA HARUS CEWEK YANG MINTA MAAF??? *sesak napas*
Oke, lupain. Itu masa lalu gue, suram.
Ngomongin soal berantem, gue sukses dibikin heran sama penyebab berantem remaja muda jaman sekarang. Berantem mereka jadiin bumbu di hubungan mereka. Banyak yang bilang:
"Berantem itu bumbunya pacaran. Lo nggak ngerti sih.."
Kata mereka, ibaratnya masakan soto ayam. Kalo nggak ada bumbunya, apa bakal berasa soto ayam? Iya, gitu perumpamaan mereka. Dan gue salah, ngomongin soto ayam jam segini. Gue minta maaf. Bentar, gue laper dulu...
Banyak penyebab berantem yang nggak mutu dan nggak keren muncul di siklus pacaran masa kini. Gue bahas satu yang paling bikin gue nggak ngerti aja nih, mungkin juga pada ngerasa juga.
Berantem gara-gara pacar nggak mau nulis nama pacarnya di status BBM, bio Twitter atau pasang relationship-an di Facebook.
Eh gimana sih, gue bingung sendiri.
Maksudnya gini. Misal ada cowok, namanya Asep. Punya pacar, cewek, namanya Susi. Si Asep ini berantem sama Susi gegara dia nggak mau pasang nama “Susi” di status BBMnya. Atau juga kalo mereka berdua maen twitter, di bio Twitter Asep nggak ada nama Susi. Dan di Facebook si Asep gamau pasang relationship-an sama Susi Gitu. Ngerti kan?
Gue tetep pada pendirian gue. Gue anti banget sama gaya pacaran yang diumbar-umbar macem gitu. Sejak kapan nulis nama pacar di status BBM sama bio twitter bisa jamin nggak bakal putus?
Oke sip. Bentar lagi maghrib, gue cabut dulu. Nggak enak kelamaan disini (padahal udah lama banget). See you, mblo! *kecup basah*
Beberapa menit dan jam kemudian...
Udah sampe, gue langsung puter otak gimana caranya gue nggak pesen tapi masih bisa duduk tenang, internetan gratis tetep jalan. Gue langsung duduk. Muka stay cool, jidat mengkerut, perut menciut. Nggak kelamaan, gue panggil mbak-mbak Starbucksnya.
“Hmmm mbak, tolong dong.. Ini minum saya udah abis, diberesin ya.”
Dengan kesongongan yang gue punya. Gue sukses bikin mbak yang namanya Jessica itu nggak tau kalo sebenernya gue nggak pesen apa-apa. Dan itu bekas minum siapa gue nggak tau. Dan sukses pula lah dosa gue bertambah gegera ngibulin orang. Huehehe
“Oh iya dek, sebentar..” bales dia sambil ngeloyor.
Belom jauh, gue panggil lagi.
“Eh mbak, sekalian minta password wifinya ya.”
Kali ini dia cuma manggut-manggut, tanda “iya”.
LEGHAAA..
Gue bener-bener nggak pesen apa-apa. Jiwa mahasiswi mental gratisan gue teruji banget disini, syukur lulus. Beberapa jam gue disini, gue diem, scroll kanan scroll kiri, maen twitter bosen, facebook apalagi. Well, gue pantengin orang sekitar.
Kelihatan di seberang meja gue, ada sepasang sejoli, mukanya merengut, dua-duanya. Gue pastiin mereka lagi berantem, yang cewek gigitin sedotan, yang cowok pegangin tangan ceweknya. Romantis sih sebenernya, tapi kenapa si cewek nangis? OK. Tebakan gue bener, mereka lagi berantem.
"Pokoknya aku marah sama kamu, aku ngambek sama kamu. Kamu beda dari yang aku pikir sebelumnya!"
Bentak si cewek ke cowok, kedengeran sampe kasir.
"Jangan gitu dong, yang.. Please.."
Si cowok ngomong begitu sambil setengah jongkok. Gue nggak tau dia gitu segala sakit perut atau emang jiwanya lagi terenyuh gara-gara ceweknya ngambek.
Dialog kampret macem gitu udah sering banget gue denger. Ya sekalipun gue juga pernah ngalaminnya sendiri, dulu banget, waktu masih pacaran sama... sebut saja dia dakocan. Berantem itu nggak enak banget. Pihak yang salah jadi pihak yang paling rugi disini. Seringnya sih, cewek.
Sebagai cewek, gue ngerasa hal semacam ini harus segera dimusnahkan. Nggak selamanya cewek itu salah. Nggak selamanya cewek itu ada di bawah. Nggak selamanya cewek itu ambekan. Nggak selamanya juga cewek itu manja. Iya, emang nggak selamanya. Tapi...
SETERUSNYA! *kabur* *di keplak cewek-cewek sedunia*
Gue cerita dikit, nih..
Masa-masa pacaran gue dulu (DULUUU BANGET!!!) sama si... sebut saja dakocan. Hampir nggak pernah absen sama yang namanya berantem. Ibaratnya, kalo lagi liat sinetron, lebih banyak iklannya daripada sinetronnya maen. Ya ini kasusnya mirip! Pacaran gue lebih banyak berantemnya daripada mesra-mesraannya. Dan di tiap sesi berantem, gue mulu yang minta maaf. Sesi pertama, gue minta maaf, tapi dicuekin. Sesi kedua, gue minta maaf lagi, tapi nggak didengerin. Sesi ketiga, gue minta maaf, tapi malah diketekin. ASEM!
Kenapa harus gue? Kenapa nggak nyokap, bokap, adek, kakak, temen nongkrong gue, temen SMA gue, atau temen maen petak umpet gue waktu kecil? Atau Asep, temen SD yang pernah pelorotin celana olahraga gue, kenapa nggak dia!!!???
KENAPA HARUS GUE!!! DAN KENAPA HARUS CEWEK YANG MINTA MAAF??? *sesak napas*
Oke, lupain. Itu masa lalu gue, suram.
Ngomongin soal berantem, gue sukses dibikin heran sama penyebab berantem remaja muda jaman sekarang. Berantem mereka jadiin bumbu di hubungan mereka. Banyak yang bilang:
"Berantem itu bumbunya pacaran. Lo nggak ngerti sih.."
Kata mereka, ibaratnya masakan soto ayam. Kalo nggak ada bumbunya, apa bakal berasa soto ayam? Iya, gitu perumpamaan mereka. Dan gue salah, ngomongin soto ayam jam segini. Gue minta maaf. Bentar, gue laper dulu...
Banyak penyebab berantem yang nggak mutu dan nggak keren muncul di siklus pacaran masa kini. Gue bahas satu yang paling bikin gue nggak ngerti aja nih, mungkin juga pada ngerasa juga.
Berantem gara-gara pacar nggak mau nulis nama pacarnya di status BBM, bio Twitter atau pasang relationship-an di Facebook.
Eh gimana sih, gue bingung sendiri.
Maksudnya gini. Misal ada cowok, namanya Asep. Punya pacar, cewek, namanya Susi. Si Asep ini berantem sama Susi gegara dia nggak mau pasang nama “Susi” di status BBMnya. Atau juga kalo mereka berdua maen twitter, di bio Twitter Asep nggak ada nama Susi. Dan di Facebook si Asep gamau pasang relationship-an sama Susi Gitu. Ngerti kan?
Gue tetep pada pendirian gue. Gue anti banget sama gaya pacaran yang diumbar-umbar macem gitu. Sejak kapan nulis nama pacar di status BBM sama bio twitter bisa jamin nggak bakal putus?
Oke sip. Bentar lagi maghrib, gue cabut dulu. Nggak enak kelamaan disini (padahal udah lama banget). See you, mblo! *kecup basah*
Rabu, 03 April 2013
Best-Freak-Friends!
Selain nemuin Cwidder, di bangku kuliah lah gue nemuin orang-orang yg freaknya to the max! This is it my best-freak-friends.....
Eh kenapa gue sebutnya "BestFreakFriends" ? Karna mereka lebih dari sekedar teman, lebih dari sekedar freak, lebih dari indah.... Yakaleeee
1. RENDY AKBAR FAISYAL
Entah gue kena azab apa sampe harus ketemu mahluk yg bentuknya kek gini. Sebut saja Rendy, mahasiswa Teknik Arsitektur yg berharap masuk Hubungan internasional. Katanya sih gituuuu.... Kata bio twitternya.
Rendy ya? Ini orang otaknya seperempat pilus! Dari awal kenal sampe sekarang kalo ketemu udah deh... Ngomongin orang mulu kerjaannya. Ahahahahak
Anak Bogor yg katanya gaul, tapi digaulin nangis ini selain otaknya seperempat pilus, otaknya paling banter cuma sampe segede biji peler! Iye! Otaknya bokep bangeeeeeet! Aaaaaaak aku ga ngerti, aku masih polos:( Eh iya ini nih muka dia, bokep abis kan? -_-
*Rendy yg botak*
Bandar jablay yg satu ini moodbosternya gue banget. Iya, doi kek bang bokir yg slalu bisa bikin gue ketawa sampe ngakak. Ini anak sok ganteng banget, padahal jomblo menahun. Hih! Ssssssst doi masih ngarep banget balikan sama mantannya, dan sedihnya mantannya itu gamau diajak balikan. Hih! Sedih amat idup elu reeeeen! :'))) Nih liat aje, sok ganteng bgt yekannnnn???
Ini anak doyan banget rumpi, doyan banget makan tapi tetep weh badannya kek tiang bendera. Iya, ditiup angin aja langsung terbang deh itu mahhhh~ Ehhhh iloveyou, Rennnn!
Hobby nya minta traktir, giliran neraktirin orang itung-itungan! Biarin aje, biar kuburannya sempit kek anuan-nya perawan! Selain hobby minta traktir, doi juga hobby banget nge-screen-capture chat bbm. Pokoknya bae-bae aja kalo udah bbm-an sama dia. Siap-siap dibikin malu deh sama dia :'))) sok lah invite BH363636 RENDY AKBAR FAK-ISYAL. Jomblo bapuk, doyan gadoin bawang. Baru tuker tambah di BTM. Kasian di-contactnya cuma ada kenangan mantannya doang. *di keplak rendy* *kabuuuuuuuur*
Masih banyak ke-freak-an dia. Tapi aku takut, takut di gantung kalo banyak-banyak ngumbar aibnya-_- Sekian dan lanjut terusssssss! nahhhhhh ini pas rendy ngalim! -______-
2. MIA PURWANTI
Aaaaaaaaaak hello Mia yg kata orang tetenya gede, aku iri ihhhhhhh :( *di toyor mia*
Ini anak biduan dangdut bangeeeeeet! Pokoknya body sama goyangan yahut deuh. Ga puas? Bisa nambah kok! Tapi tarifnya naek lahhhhhh!
Entah..... Entahhhhhh kenapa bisa kenal sama orang ini. Entah ini anak kenapa harus ngaku-ngaku jd temen gue segala-__- Mia, Mahasiswi jurusan manajemen yg Me-manaj idupnya sendiri aja masih berantakan, apalagi Mia me-manaj idup orang banyak? Mia pasti gagal, Mia pasti bagai butiran debu :(
FYI aja! Mia jomblo. Iya jomblo 2tahun. Ga ngerti juga, Mia jomblo karna ga laku apa tetenya kurang gede. Aku ga ngerti ya. Iya.
Kalo udah sama Mia mah pasti, ujung-ujungnya......... Curhat! Iya curhat apa aja, curhat rasanya jadi jomblo 2tahun, curhat rasanya jadi prenjon-an doang, curhat rasanya harus nungguin orang selama 4tahun, curhat rasanya ngeliat mantan mau kawin. Yaaaaaaaak! Abis ini Mia pasti guling-guling.
Suaranya Mia duh subhanaAllah bangeeeet. Tau toa masjid kan? Iya mirip tuh! Apalagi kalo udah ngetawain orang, nahhhhhhh cempreng banget pokoknya! Ya, namanya juga ABG, apalagi selain ngomongin orang? YA NGETAWAIN IDUP ORANG LAH! Ahahahahahahak
Cuma satu doang yg sampe sekarang belom terwujud sama Mia. Iya, Mia belom move on. Mia masih stuck aja nungguin Irsyad. Iya, selain freak, si Mia ini juga begooooo! Yakale mau aje di-kasih-janji-palsu sama....... Bukan, bukan pacar! Irsyad ini masih calon pacar! Murahan bgt sih Mi idup lu! Sedih da aing mah :(
Oh iya! Selain jadi mahasiswi, doi punya pekerjaan sambilan sepuluh sebelas duabelas. Yak! Otak gue geser-_- Mia ini kerjaannya jadi kang jual beha, jadi jangan heran lah kalo isi behanya doi gede. *di keplak mia* Ini orang samanya kek Rendy, otaknya bokep, isinya beha semua! Udeh deh tuh cocok lah kalo ada acara beha-show Mia sama Rendy kudu jadi presenternya! *kaburrrrrrr* bye!
3. SHEMA NUR APRILIA
Bukannnnnnn, dia bukan temen gue yg otaknya cuma seperempat pilus sama segede biji peler kek Mia sama Rendy!
Shema, gue kenal ini orang dari SMP. Iya doi temen gue pas SMP dan sekarang ketemu lagi di Universitas. Yuhuuuu, ini nih kalo jodoh ga kemana yekannn? ;;)
Setelah ngeliat foto diatas, kalian pasti mikir kalo doi....... Cici-cici china yg jualan di glodok yekannnn? Bukan woy bukan! Doi jualannya di Tanah Abang. Yekaleeee-_-
Shema ini harusnya ga pantes sih masuk best-freak-freinds gue. Kenapa? Mau tau? Kepo banget sihhhh! Shema ga ada freak-freaknya sedikitpun. Doi pinter, suka banget ngajarin gue yg bodoh ini :( Baikkkkkk bangeeet pokoknya. Hobby nya menolong orang. Katanya sih doi calon anak sholeha. Katanya sih gituuuuuu..... Kata bio twitternya!
Ga ada freak-freaknya ngapain lo masukin doi Linnnn? Ya biar terkenal aja sih. Kasian shema kalah terkenal sama cici-cici glodok dan tanah abang :( *abis ini gue digorok shema*
Doi anaknya pelaut. Bukan, bukan popay si pelaut bray! Selain pelaut, bokapnya shema ini kembarannya bang toyib. Iya, jaran pulang gitu. Makanya jangan heran, selain merindukan belayan pacar, doi juga merindukan belayan papahnya. *emot sedih* *sedih tak berujung*. Eh Lin kok ko jadi bahas papahnya shema sihhhh???? -__-
Kalo yg ini, shema ga ada bedanya lah sama Mia atau Rendy. Iya sama-sama jomblo! Nah bertiga kawinin aja deh ya mendingan! *Di keplak Rendy Mia Shema*
Malu ga sih punya temen jomblo semua? Aku sih malu, malu banget :( Kasian mereka kalo malem minggu meluk guling mulu, maka nya gausah heran kalo dikamar Shema, Mia ataupun Rendy banyak gulingnya ya. Iya.
Shema pernah ketipu gitu sama cowo yg covernya sih baik. Tapi dalemnya busuk! Apalagi dalemannya, pasti udah hapeuk gegara ga pernah di cuci. Hih!
Mulai sekarang hati hati ya sem. Hati-hatinya jangan pas mau nyebrang doang, pas mau mencari jalan pulang juga hati-hati ya.
4. MEGA CIPTANINGRUM
Gue? Ga ngerti juga kenapa bisa temenan sama anak ini. Yang pasti doi ce-es nya Mia. Iya! Gausah di jelasin lagi gimana ke-freak-an dia. Dia yaaaaaaaaa sebelas duabelas lah sama Mia.
Tapi nasib doi (sedikit) lebih beruntung sih. Iya dibanding Rendy, Mia sama Shema, ya cuma Mega doang yang punya pacar. Iya itu juga LDR sih! Hih! *sedih* *peluk guling* *gigit chargeran*
Eh tapi mendingan jomblo sih daripada punya pacar tapi LDR! Iya ga Ren Shem Mi? *di bacok Mega*
Mega ini anak Manajemen yg hobinya dagang BH di kober sama di daerah bo-zonk dan sekitarnya. Yang rumahnya daerah bo-zonk bae-bae aja kalo ketemu Mega. Pasti! Pasti ditawarin cangcut beha serebu tiluuuuuuuuuuu. Bye!
Dear Rendy Mia Shema dan Mega, Mau kalian freak apa engga, mau kalian malu atau malu-maluin, mau kalian anak gaul atau di-gaul-in pun aku senaaaaang. Beruntung punya temen kaya kalian. Kita, teman sampai akhir yaaaaaa! I love you, you love me, we're happy family. Yuhuuuuuu! *cipok basah* *fix ini gue freak banget*
Eh kenapa gue sebutnya "BestFreakFriends" ? Karna mereka lebih dari sekedar teman, lebih dari sekedar freak, lebih dari indah.... Yakaleeee
1. RENDY AKBAR FAISYAL
Entah gue kena azab apa sampe harus ketemu mahluk yg bentuknya kek gini. Sebut saja Rendy, mahasiswa Teknik Arsitektur yg berharap masuk Hubungan internasional. Katanya sih gituuuu.... Kata bio twitternya.
Rendy ya? Ini orang otaknya seperempat pilus! Dari awal kenal sampe sekarang kalo ketemu udah deh... Ngomongin orang mulu kerjaannya. Ahahahahak
Anak Bogor yg katanya gaul, tapi digaulin nangis ini selain otaknya seperempat pilus, otaknya paling banter cuma sampe segede biji peler! Iye! Otaknya bokep bangeeeeeet! Aaaaaaak aku ga ngerti, aku masih polos:( Eh iya ini nih muka dia, bokep abis kan? -_-
*Rendy yg botak*
Bandar jablay yg satu ini moodbosternya gue banget. Iya, doi kek bang bokir yg slalu bisa bikin gue ketawa sampe ngakak. Ini anak sok ganteng banget, padahal jomblo menahun. Hih! Ssssssst doi masih ngarep banget balikan sama mantannya, dan sedihnya mantannya itu gamau diajak balikan. Hih! Sedih amat idup elu reeeeen! :'))) Nih liat aje, sok ganteng bgt yekannnnn???
Ini anak doyan banget rumpi, doyan banget makan tapi tetep weh badannya kek tiang bendera. Iya, ditiup angin aja langsung terbang deh itu mahhhh~ Ehhhh iloveyou, Rennnn!
Hobby nya minta traktir, giliran neraktirin orang itung-itungan! Biarin aje, biar kuburannya sempit kek anuan-nya perawan! Selain hobby minta traktir, doi juga hobby banget nge-screen-capture chat bbm. Pokoknya bae-bae aja kalo udah bbm-an sama dia. Siap-siap dibikin malu deh sama dia :'))) sok lah invite BH363636 RENDY AKBAR FAK-ISYAL. Jomblo bapuk, doyan gadoin bawang. Baru tuker tambah di BTM. Kasian di-contactnya cuma ada kenangan mantannya doang. *di keplak rendy* *kabuuuuuuuur*
Masih banyak ke-freak-an dia. Tapi aku takut, takut di gantung kalo banyak-banyak ngumbar aibnya-_- Sekian dan lanjut terusssssss! nahhhhhh ini pas rendy ngalim! -______-
2. MIA PURWANTI
Aaaaaaaaaak hello Mia yg kata orang tetenya gede, aku iri ihhhhhhh :( *di toyor mia*
Ini anak biduan dangdut bangeeeeeet! Pokoknya body sama goyangan yahut deuh. Ga puas? Bisa nambah kok! Tapi tarifnya naek lahhhhhh!
Entah..... Entahhhhhh kenapa bisa kenal sama orang ini. Entah ini anak kenapa harus ngaku-ngaku jd temen gue segala-__- Mia, Mahasiswi jurusan manajemen yg Me-manaj idupnya sendiri aja masih berantakan, apalagi Mia me-manaj idup orang banyak? Mia pasti gagal, Mia pasti bagai butiran debu :(
FYI aja! Mia jomblo. Iya jomblo 2tahun. Ga ngerti juga, Mia jomblo karna ga laku apa tetenya kurang gede. Aku ga ngerti ya. Iya.
Kalo udah sama Mia mah pasti, ujung-ujungnya......... Curhat! Iya curhat apa aja, curhat rasanya jadi jomblo 2tahun, curhat rasanya jadi prenjon-an doang, curhat rasanya harus nungguin orang selama 4tahun, curhat rasanya ngeliat mantan mau kawin. Yaaaaaaaak! Abis ini Mia pasti guling-guling.
Suaranya Mia duh subhanaAllah bangeeeet. Tau toa masjid kan? Iya mirip tuh! Apalagi kalo udah ngetawain orang, nahhhhhhh cempreng banget pokoknya! Ya, namanya juga ABG, apalagi selain ngomongin orang? YA NGETAWAIN IDUP ORANG LAH! Ahahahahahahak
Cuma satu doang yg sampe sekarang belom terwujud sama Mia. Iya, Mia belom move on. Mia masih stuck aja nungguin Irsyad. Iya, selain freak, si Mia ini juga begooooo! Yakale mau aje di-kasih-janji-palsu sama....... Bukan, bukan pacar! Irsyad ini masih calon pacar! Murahan bgt sih Mi idup lu! Sedih da aing mah :(
Oh iya! Selain jadi mahasiswi, doi punya pekerjaan sambilan sepuluh sebelas duabelas. Yak! Otak gue geser-_- Mia ini kerjaannya jadi kang jual beha, jadi jangan heran lah kalo isi behanya doi gede. *di keplak mia* Ini orang samanya kek Rendy, otaknya bokep, isinya beha semua! Udeh deh tuh cocok lah kalo ada acara beha-show Mia sama Rendy kudu jadi presenternya! *kaburrrrrrr* bye!
3. SHEMA NUR APRILIA
Bukannnnnnn, dia bukan temen gue yg otaknya cuma seperempat pilus sama segede biji peler kek Mia sama Rendy!
Shema, gue kenal ini orang dari SMP. Iya doi temen gue pas SMP dan sekarang ketemu lagi di Universitas. Yuhuuuu, ini nih kalo jodoh ga kemana yekannn? ;;)
Setelah ngeliat foto diatas, kalian pasti mikir kalo doi....... Cici-cici china yg jualan di glodok yekannnn? Bukan woy bukan! Doi jualannya di Tanah Abang. Yekaleeee-_-
Shema ini harusnya ga pantes sih masuk best-freak-freinds gue. Kenapa? Mau tau? Kepo banget sihhhh! Shema ga ada freak-freaknya sedikitpun. Doi pinter, suka banget ngajarin gue yg bodoh ini :( Baikkkkkk bangeeet pokoknya. Hobby nya menolong orang. Katanya sih doi calon anak sholeha. Katanya sih gituuuuuu..... Kata bio twitternya!
Ga ada freak-freaknya ngapain lo masukin doi Linnnn? Ya biar terkenal aja sih. Kasian shema kalah terkenal sama cici-cici glodok dan tanah abang :( *abis ini gue digorok shema*
Doi anaknya pelaut. Bukan, bukan popay si pelaut bray! Selain pelaut, bokapnya shema ini kembarannya bang toyib. Iya, jaran pulang gitu. Makanya jangan heran, selain merindukan belayan pacar, doi juga merindukan belayan papahnya. *emot sedih* *sedih tak berujung*. Eh Lin kok ko jadi bahas papahnya shema sihhhh???? -__-
Kalo yg ini, shema ga ada bedanya lah sama Mia atau Rendy. Iya sama-sama jomblo! Nah bertiga kawinin aja deh ya mendingan! *Di keplak Rendy Mia Shema*
Malu ga sih punya temen jomblo semua? Aku sih malu, malu banget :( Kasian mereka kalo malem minggu meluk guling mulu, maka nya gausah heran kalo dikamar Shema, Mia ataupun Rendy banyak gulingnya ya. Iya.
Shema pernah ketipu gitu sama cowo yg covernya sih baik. Tapi dalemnya busuk! Apalagi dalemannya, pasti udah hapeuk gegara ga pernah di cuci. Hih!
Mulai sekarang hati hati ya sem. Hati-hatinya jangan pas mau nyebrang doang, pas mau mencari jalan pulang juga hati-hati ya.
4. MEGA CIPTANINGRUM
Gue? Ga ngerti juga kenapa bisa temenan sama anak ini. Yang pasti doi ce-es nya Mia. Iya! Gausah di jelasin lagi gimana ke-freak-an dia. Dia yaaaaaaaaa sebelas duabelas lah sama Mia.
Tapi nasib doi (sedikit) lebih beruntung sih. Iya dibanding Rendy, Mia sama Shema, ya cuma Mega doang yang punya pacar. Iya itu juga LDR sih! Hih! *sedih* *peluk guling* *gigit chargeran*
Eh tapi mendingan jomblo sih daripada punya pacar tapi LDR! Iya ga Ren Shem Mi? *di bacok Mega*
Mega ini anak Manajemen yg hobinya dagang BH di kober sama di daerah bo-zonk dan sekitarnya. Yang rumahnya daerah bo-zonk bae-bae aja kalo ketemu Mega. Pasti! Pasti ditawarin cangcut beha serebu tiluuuuuuuuuuu. Bye!
Dear Rendy Mia Shema dan Mega, Mau kalian freak apa engga, mau kalian malu atau malu-maluin, mau kalian anak gaul atau di-gaul-in pun aku senaaaaang. Beruntung punya temen kaya kalian. Kita, teman sampai akhir yaaaaaa! I love you, you love me, we're happy family. Yuhuuuuuu! *cipok basah* *fix ini gue freak banget*
Langganan:
Postingan (Atom)